Rabu, 26 Juni 2013

Hambatan Guru PAI



Hambatan yang sering dihadapi guru PAI
By : Armadi
Guru pendidikan agama islam menyalurkan pengetahuan kepada para murid dan pengetahuan itu mesti ada dan bertahan dalam kehidupan para murid sepanjang hidup, oleh sebab itu seorang guru mesti berusaha untuk mengaktualisasi pengetahuan2 tersebut kedalam perbuatan sehari-hari, dan menjadikannya sebagai pedoman hidup para siswa dalam kehidupan sosial maupun dalam kehidupan pribadi, dan itu semua menjadikan guru pendidikan agama islam akan menghadapi beberapa hamabatan. 
1.     Seorang guru terkadang akan mendapati pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari konteks pembelajaran sedangkan jawabannya tidak sesuai dengan kondisi umur murid, oleh sebab itu, seorang guru yang sukses mesti mempunyai kesiapan yang matang dalam keilmuan dan berusaha untuk menjawab pertanyaan murid dengan bijaksana tanpa memonopoli umur murid tersebut, karena bagaiamanpun juga wawasan murid zaman sekarang sangat berbeda dengan murid-murid sebelumnya dan itu semua disebabkan sarana pengetahuan sudah sangat banyak.
Seorang guru mestinya menangguhkan jawaban dari pertanyaan murid pada lain waktu jikalau guru tidak dapat menajawab pertanyaannya tersebut, karena tidak diperbolehkan kepada seorang guru untuk menjawab pertanyaan dari murid dan jawaban itu tidak benar atau jawabannya belum diyakini kebenarannya, kalaupun itu dilakukan maka seorang guru akan melakukan kebohongan terhadap Allah dan Rasulnya secara sengaja.
2.     Sebagian pengetahuan disampaikan dengan tegas dan bijaksana, terutama kepada murid dalam pase puberitas tentang hukum yang beruhubungan dengan mandi, mimpi, haid, nifas, seorang guru mestinya menyampaikan dan mendiskusikan materi tersebut dengan tegas serta berusaha untuk menyamapaikan permasalahan – permasalahan yg ada dalam pikiran murid yang mungkin seorang murid malu untuk menyakannya kepada guru, sehingga murid tersebut tidak menanyakan hal tersebut kepada teman sekelas atau temannya diluar sekolah, dan itu semua akan memungkin tejadinya permasalahan.
Ada juga beberapa materi yang mengundang tawa para murid ketika mendiskusikannya, maka seorang guru harus menjelaskan bahwa seorang muslim harus mempelajari tentang agamanya tanpa harus mengedepankan rasa malu.
3.     Adanya kontradiksi antara apa yang terjadi di masyarakat dan yang dipelajari murid di sekolah, dan permaslahan ini terkadang menjadikan murid kurang percaya kepada gurunya yang telah menyampaikan pengetahuan. Akan tetapi seorang guru yang sukses akan mampu memberikan keyakinan kepada murid bahwasanya islamlah yang menjadi hujjah atas manusia bukan perbuatan manusia yang menjadi hujjah atas islam.
Diantara kontradiksi tersebut adalah :
a.      Celaan dan laknat.
Seorang murid mempelajari bahwa celaan dan laknat adalah dua perkara yang diharamkan dalam islam, sedangkan mereka mendapati orang tua, saudara-saudaranya melakukan perbutan tersebut, begitu juga dengan orang-orang yang mereka lihat di luar rumah melakukan hal yang sudah diharamkan dalam islam yaitu celaan dan laknat.
b.     Murid mempelajari bahwa shalat adalah bagian rukun islam dan yang meninggalkannya secara sengaja adalah kafir. Dilain waktu dia mendapatkan orang tuanya tidak menjalankan shalat, atau dia menyaksikan orang-orang diluar mesjid sedangkan shalat sedeng ditunaikan dimesjid.
c.      Murid mempelajari bahwasanya rokok diharamkan, sedangkan orang tua, kerabatnya merokok.
d.     Pada tingkat SMA murid mempelajari bahwasanya riba adalah perkara yang diharamkan, sedangkan masyarakat tempat tinggalnya mempraktekkan riba .
4.     Hambatan yang terkadang ditemui guru pendidikan agama islam pada muridnya adalah, adanya beberapa orang murid yang mempunyai keyakinan yang menyimpang, dan mereka mendiskusikan hal tersebut dengan guru dan menyampaikan dalil-dalil yang menyatakan kalau keyakinan tersebut adalah sesat, murid melakukan itu semua supaya guru mengeluarkan statmen bahwasanya murid yang mempunyai keyakinan menyimpang adalah kafir.
Oleh sebab itu guru harus berkomunikasi dengan mereka secara tegas dan bijaksana, dan memberi tahu penyimpangan dalam keyakinan mereka dan menyampaikan penolakan ulama ahli sunnah dan jamaah terhadap keyakinan tersebut, setelah itu menyampaikan bahwa keyakinan tersebut menyimpang secara aqal dan begitu juga menurut agama sehingga permasalahan itu tidak mempengaruhi terhadap berjalannya proses belajar mengajar.


5.     Kejumudan kurikulum
Hambatan yang terkadang dihadapi seorang guru pai adalah kejumudan kurikulum dan kebijakan tanpa adanya solusi yang masuk akal dan penjelasan agama.
6.     Perbedaan antara kurikulum dan pendapat sebagian ulama
Dapat diketahui bahwa kurikulum yang diterapkan, terutama dalam bidang piqih sesuai dengan madzhab mayoritas di Negara tersebut, semisalnya di Indonesia kurikulum pendidikan agama islam umumnya menngunakan madzhab ima syafii, akan tetapi ada beberapa ulama yang berbeda pendapat dengan madzhab tersebut, dan itu semua menjadikan pertentangan ataupun kontradiksi di masyarakat. Contoh seorang murid mempelajari hokum sesuatu dan itu dibolehkan, sedangkan dia dengarkan di mesjid dan baca Koran berbeda dengan apa yang dipelajarinya di sekolah.
7.     Kurangnya fasilitas pendidikan.
Hambatan yang kadang dihadapi seorang guru adalah minimnya fasilitas pendidikan, oleh sebab itu guru harus menyiapkan dengan matang dan meminjam fasilitas yang dimiliki pengajar materi lain yang bukan materi agama islam.
Hamabatan –hambatan yang terkadang ditemui guru pendidikan agama islam ini menjelaskan kepada bahwa guru pai mestinya mempunyai kesiapan dibidang ilmu agama dengan matang, dan ini semua merupakan tuntutan yang sangat penting. Karena bagaimanpun juga materi agama islam sangat berbeda dengan meteri laninya, materi agama islam banyak yang berhubungan dengan keyakinan dan ibdah seorang muslim, jikalau terjadi kesalahan dalam memahamkan murid maka akan berakibat fatal.
Hambatan-hambatan ini juga memotivasi guru supaya mempunyai minat belajar dan mengajar yang kuat, sehingga mengajarkan materi agama islam tidak hanya sebagai memenuhi kebutuhuan hidup yang bersifat materil akan tetapi memenuhi kebutuhan non materil juga.
Hambatan-hambatan yang terkadang ditemukan seorang guru, menunjukkan bahwa guru agama bukan perkara yang mudah, oleh sebab itu guru agama islam tidak boleh minder dengan guru materi lainnya, karena guru pendidikan agama islam adalah hal yang berat maka dia juga mempunyai pahala yang besar disisi Allah.
Waallahu a’lam bis showab